Jumat, 22 Mei 2009

CARA BELAJAR YANG BAIK MENURUT HUKUM NEWTON


Banyak orangtua, guru dan mungkin teman kita memberikan nasihat agar kita
belajar jauh hari sebelum waktu pelaksanaan ujian tiba. Tidak sedikit buku
tentang cara belajar yang juga memberikan nasihat demikian. Secara umum kita
semua setuju, terutama ketika kita masih duduk di bangku sekolah, agar belajar
secara bertahap dan sistematis.


Sebaliknya, pada dasarnya kita tidak setuju cara belajar dengan Sistem Kebut
Semalam (SKS), yakni belajar semalam suntuk hanya pada saat menjelang ujian
keesokan harinya. Selain melelahkan dan mendatangkan stres, cara belajar SKS
tidak memberikan hasil yang memuaskan, bahkan cenderung menuai kegagalan.
Namun, dengan berbagai alasan banyak siswa atau mahasiswa yang masih suka
belajar dengan cara SKS.

Melihat betapa besar pengorbanan orangtua dan mungkin juga sanak-saudara,
mengeluarkan biaya dan mencurahkan perhatian kepada kita dengan harapan kita
memperoleh pendidikan yang baik dan kelak memiliki bekal ilmu. Atau setidaknya
ijazah yang dapat dijadikan prasyarat guna mendapatkan pekerjaan. Lebih jauh,
masyarakat di kampung hingga negara juga menaruh harapan besar di pundak siswa
sebagai penerus bangsa. Apa pun alasannya, belajar jelas penting dan sangat
perlu apalagi bagi siswa, minimal untuk mencapai syarat kelulusan.

Untuk lebih memotivasi siswa dan guru, pada kesempatan ini penulis memaparkan
tentang cara belajar yang baik ditinjau dari sudut pandang sains (ilmu
pengetahuan), Juga memberikan alasan ilmiah mengapa kita lebih baik belajar
secara berkesinambungan jauh hari sebelum ujian, bukan belajar dengan cara
dadakan (SKS).

Ada beberapa hukum dalam sains yang dapat dijadikan landasan ilmiah tentang
cara belajar yang baik, misalnya Hukum Newton. Hukum Newton sangat terkenal
terutama dalam pelajaran fisika dan telah diaplikasikan dalam banyak bidang
hingga sekarang. Misalnya untuk pembangunan jalan, jembatan, rumah, gedung
bertingkat, perancangan peluru kendali hingga peluncuran roket ke luar angkasa.

Hukum I Newton

Hukum I Newton (Hukum Kesatu Newton), dikenal juga sebagai hukum kelembaman
menyatakan, 'Setiap benda akan tetap berada dalam keadaan diam atau bergerak
lurus beraturan bila tidak dikenai gaya dari luar (resultan gaya sama dengan
nol, SF = 0)'. Ini dapat diartikan, untuk mengubah keadaan benda dari diam
menjadi bergerak, atau dari bergerak menjadi diam, diperlukan suatu gaya.
Sedangkan benda yang bergerak lurus beraturan tidak memerlukan gaya lagi untuk
tetap bergerak lurus beraturan (tanpa percepatan).

Sebagai contoh, pada saat kita berada dalam kendaraan yang sedang bergerak
kemudian kendaraan dihentikan (direm) tiba-tiba, maka kita akan terdorong ke
depan. Sebaliknya, pada saat kita berada dalam kendaraan yang sedang diam
kemudian secara tiba-tiba dijalankan, maka kita akan cenderung tertarik ke
belakang. Efek ini semakin nyata kalau kendaraan dijalankan dengan tiba-tiba
pada kecepatan cukup tinggi. Apa artinya ini dikaitkan dengan cara belajar yang
efektif?

Kita seringkali atau pernah mengalami suatu keadaan di mana kita merasa sangat
kesulitan untuk memulai belajar. Ketika itu kita mungkin sudah menyiapkan buku
dan perlengkapan belajar lainnya, kemudian duduk dan mungkin sambil
menghidangkan makanan/minuman ringan sekadarnya disertai alunan musik dari
radio/tape, tetapi bukannya materi pelajaran yang masuk, melainkan hanya
membolak-balik halaman pertama. Sementara tanpa terasa makanan ringan di meja
akhirnya habis, kita merasa lelah, berebah di tempat tidur, seakan-akan tiada
kekuatan untuk berkonsentrasi dan melawan rasa malas, dan selanjutnya.

Tertidur. Hal ini dapat dimengerti, karena kita dari keadaan diam (belum pernah
belajar) cenderung untuk tetap diam (tidak belajar). Lain halnya kalau kita
diberi tugas atau PR (pekerjaan rumah) yang harus dikumpulkan esok harinya dan
tugas ini akan dinilai serta mempengaruhi kualitas kelulusan, maka jika kita
belum mengerjakannya dapat dipastikan kita memiliki suatu kekuatan besar dan
terdorong untuk menyelesaikan tugas tersebut. Jadi, memang diperlukan suatu
gaya dari luar (energi pendorong atau motivasi kuat) yang dapat memaksa kita
dari keadaan diam (tidak belajar) menjadi berada dalam keadaan belajar.

Sebaliknya, jika kita berada dalam keadaan belajar dan bergerak lurus beraturan
(maksudnya kita sudah memahami materi pelajaran, merasa enjoy belajarnya), maka
kita sering 'lupa waktu'. Kita tidak merasa berat untuk belajar bahkan sering
merasa tertarik untuk terus belajar, kecuali kalau ada gaya dari luar yang
sangat kuat. Misalnya, acara film yang sangat disukai atau kedatangan tamu
spesial yang tidak bisa kita tolak.

Ini sesuai dengan Hukum I Newton, benda yang berada dalam keadaan bergerak
lurus beraturan akan cenderung bergerak lurus beraturan, kecuali jika ada gaya
dari luar yang bekerja pada benda tersebut. Jadi, menurut Hukum I Newton, kita
sebaiknya belajar secara berkesinambungan dan teratur serta menghindari atau
mengatasi segala sesuatu yang dapat menghambat usaha belajar kita.

Hukum II Newton

Kalau Hukum I Newton berbicara tentang kelembaman (keengganan untuk berubah),
maka Hukum II Newton berbicara tentang percepatan (perubahan kecepatan). Hukum
II Newton menyatakan, percepatan yang ditimbulkan oleh gaya yang bekerja pada
sebuah benda sebanding dengan besar gaya, searah dengan gaya itu dan berbanding
terbalik dengan massa kelembaman benda tersebut.

Artinya, semakin besar gaya yang bekerja pada benda maka semakin besar
percepatan yang ditimbulkan. Sebaliknya, semakin kecil gaya yang bekerja maka
semakin kecil percepatan yang ditimbulkan. Bila gaya yang bekerja pada benda
sama dengan nol maka tidak ada percepatan yang dihasilkan, artinya pada keadaan
seperti ini Hukum I Newton yang berlaku. Karena percepatan berbanding terbalik
dengan massa kelembaman, maka semakin besar massa benda semakin kecil
percepatan yang dihasilkan oleh gaya yang sama. Jika suatu benda mengalami
percepatan, maka kecepatannya akan semakin besar dengan bertambahnya waktu.
Jika kecepatan benda semakin kecil dengan bertambahnya waktu, ini berarti benda
tersebut mengalami perlambatan. Bagaimana kaitan antara Hukum II Newton dengan
cara belajar yang baik?

Adakalanya semangat belajar begitu besar, tetapi di lain waktu kadang kita
merasa kurang bersemangat untuk belajar. Karena semangat belajar mempengaruhi
kualitas proses belajar maka tentu saja semangat belajar akan turut menentukan
hasil dari proses belajar, yakni penguasaan materi, pengembangan materi hingga
kualitas kelulusan kita (nilai hasil ujian).

Dari Hukum I Newton kita tahu, jika kita sudah dalam keadaan belajar secara
beraturan berkesinambungan dan tidak ada sesuatu yang dapat mengganggu belajar
kita maka kita cenderung untuk tetap terus belajar (berkesinambungan), namun
dengan kecepatan penguasaan materi yang sama. Dari Hukum II Newton dapat kita
nyatakan, diperlukan gaya (motivasi) untuk mengubah kecepatan pengusaan materi
belajar. Jika besarnya motivasi untuk maju sama besar dengan keengganan kita
untuk maju (yang berdampak pada suatu kemunduran), maka resultan gaya (SF) sama
dengan nol. Berarti, proses belajar kita tidak mengalami kemajuan (tetap
segitu-gitu aja). Tanpa adanya motivasi untuk lebih cepat menguasai materi atau
motivasi untuk lebih banyak materi yang dikuasi. Bila kita menginginkan
percepatan yang besar, diperlukan suatu motivasi yang semakin besar.

Massa kelembaman dapat diartikan sebagai tingkat keengganan (kemalasan) kita
sendiri atau tingkat kesulitan materi pelajaran yang dihadapi. Semakin besar
tingkat kemalasan atau semakin tinggi tingkat kesulitan materi pelajaran, maka
diperlukan gaya (motivasi) yang besar untuk mencapai tingkat percepatan yang
sama dalam proses penguasaan materi. Dengan kata lain, untuk tingkat penguasaan
yang sama (setara), materi pelajaran yang lebih sulit memerlukan motivasi lebih
besar daripada materi pelajaran yang relatif lebih mudah. Jika tingkat motivasi
untuk pelajaran yang sangat sulit (kita memang mengalami kesulitan untuk
menguasainya) kita buat sama dengan tingkat motivasi untuk pelajaran yang
mudah, maka dapat dipastikan hasil yang diperoleh akan berbeda.

Hukum III Newton

Hukum III Newton disebut juga Hukum Aksi-Reaksi. Apabila sebuah benda
mengerjakan gaya pada benda lain (disebut aksi), maka benda kedua ini juga akan
mengerjakan gaya yang sama besar pada benda pertama tetapi berlawanan arah
dengan gaya dari benda pertama. Ini dapat diartikan, jika kita membenci suatu
materi pelajaran, apa pun alasannya, maka pelajaran tersebut akan balas
membenci kita. Akibatnya, semakin sulit bagi kita untuk menguasai materi
pelajaran tersebut jika kita sendiri membenci pelajaran itu. Jadi, kita harus
berusaha menyenangi pelajaran yang akan kita pelajari agar kita lebih mudah
menguasai materi pelajaran tersebut.

Terkait dengan Hukum Newton tersebut, ada beberapa tips tentang cara belajar
yang baik yang disarankan:

1. Jangan belajar hanya pada saat menjelang ujian. Jika terlalu lama dalam
keadaan diam (tidak belajar), maka kita semakin sulit untuk memulainya. Semakin
lama kita tidak belajar, semakin besar kecenderungan kita untuk tetap tidak
belajar.

2. Buat suatu keadaan sedemikian hingga seolah-olah kita selalu dalam keadaan
belajar. Ini tidak berarti kita harus terus menerus belajar tanpa istirahat.
Dimaksud di sini, kita belajar secara berkesinambungan dan teratur. Sinambung
artinya nyambung antara proses belajar hari ini dengan hari-hari kemarinnya.
Kalaupun kita liburan, upayakan kita tidak lepas sama sekali dengan mata
pelajaran.

3. Bangkitkan motivasi yang kuat untuk belajar, terutama untuk pelajaran yang
lebih sulit. Semakin sulit materi pelajaran, semakin besar motivasi yang
diperlukan untuk menguasainya. Untuk membangkitkan motivasi ada berbagai cara,
antara lain: Bayangkan betapa puas dan bangganya kita kalau kita mampu
menguasai pelajaran yang sulit; Anggaplah semua pelajaran penting dan berguna
bagi masa depan kita; Kejarlah prestasi terbaik karena kesempatan yang lebih
baik biasanya lebih memihak pada orang-orang terbaik; Ingat belajar itu
termasuk ibadah. Tuhan tidak menilai kesuksesan belajar kita hanya dari nilai
hasil ujian, tetapi Tuhan akan menilai proses perjuangan kita untuk memperoleh
nilai tersebut.

4. Jangan sekali-kali membenci suatu mata pelajaran. Pepatah mengatakan, tak
kenal maka tak sayang. Dalam hal ini mungkin anda belum mengenal mata pelajaran
tersebut. Coba kenali lebih jauh, mungkin anda akan menyayanginya. (11 Januari 2005)

Sumber :
Uripto Trisno Santoso
Staf Pengajar Fakultas MIPA Unlam Banjarbaru
http://www.freelists.org/post/ppi/ppiindia-Cara-Belajar-Yang-Baik-Menurut-Hukum-Newton
23 Mei 2009

Sumber Gambar:
http://farm2.static.flickr.com/1318/1432212322_e34e3c110f.jpg

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar